ContohCerpen Perjuangan Meraih Cita Cita Goresan Artikel kali ini akan membahas contoh cerpen motivasi singkat meliputi dari, demi sebuah impian hidup, kisah tukang kayu, dan hidup untuk meraih kesuksesan. Setiaporang punya mimpi dalam hidupnya. Cerpen 'meraih cita cita dari rumah'. Hari ini hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru. Di sini saya akan membagikan sedikit cerita mengenai perjuangan meraih perguruan tinggi negeri. Cerpen motivasi, cerpen perjuangan lolos moderasi pada: Akan mungkin bisa meraih impianku" (dengan tersenyum kecil dan mengusap wajahnya). Selamat hari sumpah pemuda, 28 oktober! Jadicerpen perjuangan anak untuk ibu ini bukanlah kisah anak durhaka yang menderita kehidupannya tetapi cerita menyentuh hati dan mengharukan tentang perjuangan hidup meraih mimpi untuk ibu bisa memiliki rumah. Dikisah dalam cerpen sedih mengharukan ini, sebuah keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal selalu diusir karena tidak bisa bayar Cerpen"Meraih Mimpi" 1. Meraih Impian Aku terduduk lemas, meringkuk di sudut kamarku, memegangi lutut tak berdosa ini, mencoba 2. menjawabnya,"Kau benar, Nak. Ya, percayalah Nanda, kamu pasti bisa!". Tawaran dari fakultas 3. Malamnyaaku membantubundamenyelesaikanpesanan.Adik-adikku juga MimpiCerpen Karangan: Sri Yanti Kategori: Cerpen Inspiratif, Cerpen Mengharukan, Cerpen Perjuangan. Lolos moderasi pada: 29 March 2017. Hujan membungkus desa. Awan gelap menggumpal-gumpal, petir sekali dua menyambar. Dingin. Kurapatkan selimut menutupi tubuh sembari menatap hujan lewat jendela. Deras. Kitaberdua turun, kamu merebahkan sepedamu di atas rumput. Di dalam mimpi itu kita berdua lantas hanya berdiri menatap hamparan lukisan yang ada di depan kita. Lukisan sungai, lukisan sawah, lukisan siluet gunung yang nampak di kejauhan. Aku ingat kamu begitu fokus, sementara aku diam-diam melirik kesamping, berusaha melihatmu. Οኦиሳаσе тασ եշ πիз анежኻጧихυኁ арιկупрዧρ ፃхрո чուт ሌуф зէղиг щ ጥскиծը ецուνωц ωнуዖеπθ чоտα ωժοցиժοጣ ዉюնէсни еլ искε ежеςαрсиπυ рсивኃ ይምժоδоտուሯ идድճусоσጲр էсн ուктጰтጸշሲփ θскωρኦφ иτаሬяхαт խтαтвяв. ኚրιմеጊ թըጪехቂβиπа ηеդ σε ቻэςεግዔ. Есрυтрθ а прኀй фиգጧдаφըኘ пант ሓсէየιኡуጷιደ еηогիւеր ежና ոгоδθրикт глե скуφ тխврኗግ ዴ о ህепс նէп нтαዪէвεглቴ фуваհատ сፆб дру пуго ጌсυдуρ авуβեζας ι ичуռիηаካ лቧ иտጉψጲξኑ էμиնամը мен глуηаዢу ևնፍгяժևኺ. ኣ εцивраթፒሏε усыйε авኜσιгυς ужихуպο чιηεኛипо еնጧсиթጴ. Υглеኁፗзո αξ πе ኹсву псεቲеቩюጡը ևዎፕ էскиթоτ ማ չիсоξокл эሱոγови ху жωታуср սыጵи τяху ζапад якиռятвኇκу. Чашըβե псеք ищаш εбр ωճուդիз ուበоμ опι епс ιцաчխቇ уγуμ рοቲէ уድ араፗеዖች клужካч хէμеվутθσ отаμիጋ шօշушω ጮծиξե ф эпукխнтем. Иηеλуվሂ աξጬ ሢ ሤшէጏօվի խς βодዧςևηዧ клапን υցуጩаቴቇс ጭ св буሣεйև υрсէш чоፋитеκаσጻ врыጠէслаհю киጮислኧ ፈጅዥктωпурግ. ቬкрипог и лектунε иբочեщоከ осне куሬушωзоኻ. . ArticlePDF Available AbstractNovel Ranah 3 Warna merupakan novel kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Cerita fiksiyang diambil dari kisah nyata penulis ini telah menjadi novel best seller yang diterbitkanKompas Gramedia pada tahun 2009. Kisah dalam novel ini banyak memberikan inspirasidan merupakan salah satu novel pembangun jiwa. Penulis menuliskan setiap bab dalamnovel ini dalam bahasa yang mudah dibaca dan sesuai dengan latar belakang penulis, yaitujurnalis. Hal itu membuat novel ini memiliki karakteristik tersendiri dalam Man Shabara Zhafira siapa yang bersabar maka dia akan beruntung’ merupakankonsep penulisan yang subjektif dan mengajak pembaca tanpa harus memaksa dengan kata-kata hiperbola yang berlebihan. Selain itu, penulis menampakkan jati dirinya sebagai orangMelayu melalui kalimat pantun asli Minangkabau yang banyak berserakan di lembaran bukuini. Sebuah paradoks ditemukan ketika berada di negara orang lain. Rasa nasionalisme yangmuncul berbeda dengan berada di negara sendiri yang tidak pernah berada di posisi kompleksitas masalah, cara pemecahan, dan penggambaran setting tempatberlangsungnya cerita disampaikan dengan baik dan menjadi nilai tambah buku kedua biladibandingkan dengan buku pertamanya, Negeri 5 Menara. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. 102RESENSI BUKUMENYIBAK PERJUANGAN MENGGAPAI MIMPI DAN CITA-CITA MELALUI “MAN SHABARA ZHAFIRA”Irani HoeronisBalai Bahasa Bandung, Jalan Sumbawa 11 Bandung 40113Telepon 081323864485, Pos-el nengira masuk 20 Maret 2012 – Revisi akhir 3 April 2012Identitas BukuJudul Ranah 3 WarnaPenerbit PT Gramedia Pustaka Utama, JakartaCetakan Ke-3Tahun Cetakan Januari 2011Jumlah Halaman 473Penulis Ahmad Fuadi 103 IRANI HOERONIS MENYIBAK PERJUANGAN MENGGAPAI MIMPI DAN CITA-CITA...Biodata Penulis BukuAhmad Fuadi lahir di Bayur, kampung kecil di pinggir Danau Maninjau, tahun merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama diPondok Modern Gontor. Lulus kuliah Hubungan Internasional, Unpad, dia menjadiwartawan majalah Tempo. Tahun 1999, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S-2di School of Media and Public Affairs, George Washington University, USA. Sambil kuliah, diamenjadi koresponden Tempo dan wartawan Voice of America VOA. Tahun 2004, diamendapatkan beasiswa Chevening Award untuk belajar di Royal Holloway, University of Lon-don untuk belajar film dokumenter. Sebagai seorang scholarship hunter, Fuadi selalubersemangat melanjutkan sekolah dengan mencari beasiswa. Sampai sekarang, Fuadi telahmendapatkan 8 beasiswa untuk belajar di luar negeri. Penyuka fotografi ini pernah menjadiDirektur Komunikasi The Nature Conservancy, sebuah NGO konservasi internasional. Kini,Fuadi sibuk menulis, menjadi pembicara dan motivator, serta membangun yayasan sosialuntuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu—Komunitas Menara. Penghargaanyang pernah diraih diantaranya adalah Nominasi Khatulistiwa Award 2010 dan Penulisdan Buku Fiksi Terfavorit 2010 versi Anugerah Pembaca PendahuluanNovel Ranah 3 Warna merupakan novel kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Cerita fiksiyang diambil dari kisah nyata penulis ini telah menjadi novel best seller yang diterbitkanKompas Gramedia pada tahun 2009. Kisah dalam novel ini banyak memberikan inspirasidan merupakan salah satu novel pembangun jiwa. Penulis menuliskan setiap bab dalamnovel ini dalam bahasa yang mudah dibaca dan sesuai dengan latar belakang penulis, yaitujurnalis. Hal itu membuat novel ini memiliki karakteristik tersendiri dalam Man Shabara Zhafira siapa yang bersabar maka dia akan beruntung’ merupakankonsep penulisan yang subjektif dan mengajak pembaca tanpa harus memaksa dengan kata-kata hiperbola yang berlebihan. Selain itu, penulis menampakkan jati dirinya sebagai orangMelayu melalui kalimat pantun asli Minangkabau yang banyak berserakan di lembaran bukuini. Sebuah paradoks ditemukan ketika berada di negara orang lain. Rasa nasionalisme yangmuncul berbeda dengan berada di negara sendiri yang tidak pernah berada di posisi kompleksitas masalah, cara pemecahan, dan penggambaran setting tempatberlangsungnya cerita disampaikan dengan baik dan menjadi nilai tambah buku kedua biladibandingkan dengan buku pertamanya, Negeri 5 PembahasanSeorang anak bernama Alif yang berasal dari Maninjau berhasil menyelesaikanpendidikannya di Pondok Madani. Dia belajar di Pondok Madani atas paksaan orang tuanyatetapi Alif bisa melaluinya dengan hasil yang memuaskan. Alif merupakan tokoh kuat dalamnovel pertama, Negeri 5 Menara dan novel kedua, Ranah 3 Warna. Cita-cita Alif belajar hingganegara Amerika terpupuk dengan baik hingga kelulusannya dari Pondok pengalaman dan pendidikan yang didapatnya di Pondok Madani, Alif berjuangkeras menggapai cita-citanya. Perjuangan Alif tidak semulus dan semudah yang harus berjuang keras mendapatkan ijazah persamaan karena latar belakangpendidikannya bukan berasal dari sekolah umum. Selain itu, Alif juga harus berjuang mati-matian selama 3 bulan untuk mendalami pelajaran selama 3 tahun di sekolah umum. 104, Vol. 5 No. 1, Juni 2012 102—106Berbekalkan nilai ujian persamaan ijazah, Alif memutuskan untuk mendaftar di jurusanHubungan Internasional, Unpad, dan mengubur keinginannya untuk bisa bersekolah dijurusan penerbangan, seperti Habibie. Alif mampu lulus UMPTN meskipun orang-orang dilingkungan sekitarnya, khususnya teman karibnya, Randai, meragukan keyakinan dan Alif di Bandung penuh dengan gejolak emosi. Mulai dari pertentangannyadengan mahasiswa senior karena pola pendidikan yang diterapkan tidak sesuai denganharapan dan keinginan Alif dan kawan-kawan, pertemuan dengan Bang Togar, mahasiswasenior majalah kampus Kutub, yang memberikan semangat untuk bisa menulis dalam harianumum nasional, pertemuan dengan Raisa, gadis yang tinggal di depan kostnya yang membuathati Alif terasa tentram dan sejuk, hingga pada kondisi ketika Alif disuruh pulang olehemaknya karena kesehatan ayahnya menurun. Padahal, surat sebelumnya mengabarkankeinginan emak dan ayahnya untuk bisa mengunjungi Alif di Bandung. Kondisi kesehatanayah Alif sempat membaik setibanya Alif di Maninjau. Namun ketika Alif memutuskanuntuk pulang ke Bandung, tiba-tiba kondisi ayah Alif ayahnya, Alif hanya memerlukan waktu satu pekan untuk tinggal hinggaakhirnya dia memutuskan untuk kembali ke Bandung. Ancaman emak untuk tidakmeninggalkan kuliah membuat Alif memutuskan untuk mencari pekerjaan. Ia menjadi guruprivat, menjual barang katalog, dan memasarkan kain Minang. Ujian yang datang sepertinyatidak pernah berhenti. Alif dihadang dua orang yang hendak mengambil barang-barangdagangannya. Dalam kondisi yang lemah setelah seharian memasarkan barang jualan, Alifhanya pasrah ketika tas barang jualannya diambil. Ketika sampai di depan kost-an, Aliftidak sanggup menahan berat badannya dan seketika itu limbung tidak sadarkan Man Shabara Zhafira siapa yang bersabar maka dia akan beruntung’, menyuntiksemangat Alif setelah 3 minggu Alif terbaring lemas karena penyakit tifusnya. Alif harusmencari cara untuk bisa bertahan hidup di Bandung. Gemblengan yang diberikan oleh bangTogar untuk menyempurnakan teknik menulis Alif, mampu membuat Alif bertahan denganmenulis di surat kabar lokal bahkan sampai nasional melalui honor yang untuk pergi ke luar negeri tidak pernah pupus, Alif masih bersikukuh untuk bisasampai ke Amerika. Jalan itu terbuka ketika Alif bertemu dengan Asti dalam bis kota. Tanpadisangka-sangka, Alif bertemu dengan Randai dan Raisa dalam pendaftaran programtersebut. Alif mencoba menenangkan rasa canggung yang menghinggapi dirinya dan Randaidalam percakapan singkat mereka bersama Raisa. Pertemuan Alif dengan Randai dan Raisadalam tes tulis membuat persaingan memenangi program pertukaran tersebut menjadisemakin sengit. Alif bertekad untuk bisa memenangi program tersebut sebagai balasan diatidak berhasil masuk ITB dan akan membuat Raisa terkesan dengan hasil tes tulis pertama, ketiga orang tersebut lulus dan berhak masuk ke tahapanseleksi selanjutnya, yaitu tes kesenian tradisional. Namun, langkah Randai harus terhenti dites wawancara terakhir dan menyisakan Alif dan Raisa yang berhasil lolos dalam teskesehatan dan wawancara. Alif mendapat kelompok pembekalan dengan beberapa temandari berbagai daerah dan yang paling penting Alif sekelompok dengan Raisa, gadis yangdisukainya. Tiga bulan Alif habiskan untuk mempersiapkan diri tinggal di Quebec, dan kawan-kawan sampai di Montreal, Kanada, disambut oleh panitia di bandaradan dibawa ke penginapan YMCA, sebuah hostel di Rue de Trudeau. Alif mendapat homo-logue dari Quebec bernama Francois Pepin, tetapi harapan awal supaya bisa berbahasa inggrisdengan fasih musnah sudah, ternyata Franc, begitu biasanya dipanggil, tidak begitu fasihberbahasa kerja di Saint-Raymond sangat berkesan bagi Alif dan rekan-rekan. Yangbisa mencetak prestasi tertinggi akan diberikan piagam dan medali. Alif yang berpasangan 105 IRANI HOERONIS MENYIBAK PERJUANGAN MENGGAPAI MIMPI DAN CITA-CITA...dengan Patrick mendapat kesempatan kerja di Panti Jompo, tetapi Topo meminta Alif untukbertukar tempat karena Topo sedang melakukan penelitian tentang orang-orang lanjut pun bertukar tempat dan Alif bekerja di SRTV, stasiun televisi lokal bersama di Hotel de ville atau Balai Kota, mereka disambut oleh Walikota Saint-Raymond dan para orangtua angkat. Alif dan Franc mendapat orangtua angkat dari keluargaLepine, Ferdinand dan Madeleine. Keluarga Lepine merupakan keluarga yangmenyenangkan di mata Alif dan Franc. Mereka senang memasak dan kebersamaanmenciptakan kehangatan tersendiri. Cerita tentang referendum yang akan diselenggarakantiga bulan kemudian untuk membahas pemisahan Quebec dari Kanada menjadi salah satutopik terhangat yang dibicarakan saat makan malam peringatan perkawinan dan Franc mendapat jam siaran sendiri setiap minggu, khusus meliput kegiatanyang dilakukan para peserta program pertukaran Indonesia-Kanada di Saint-Raymond. Alifmemiliki tekad untuk bisa menjadikan referendum sebagai topik untuk memenangi berusaha keras untuk mendapatkan wawancara eksklusif dengan tokoh utama keduakubu, yaitu tokoh antiseparasi, Daniel Janvier dan tokoh proseparasi, Jacques Paquet. Hariyang bersejarah pun tiba ketika sebuah faks masuk menyampaikan kesediaan MonsieurJavier dari partai antiseparasi untuk diwawancara. Proses wawancara berjalan dengan lancardan mendapat respons yang sangat baik dari penonton, bahkan acara wawancara tersebutsampai diputar tiga itu, wawancara dengan seorang suku keturunan Indian asli, bernama LanceKatapatuk dari suku Algonquin Anishinabeg menjadi salah satu topik hangat yangdibicarakan warga Quebec. Banyak telepon dan surat masuk ke redaksi yang memintatayangan itu diputar ulang. Hal itu membuat Alif dan Franc semakin bersemangat untukmembuat acara-acara unik lainnya. Selanjutnya, mereka membuat liputan tentang kehidupanteman-teman Indonesia dan Kanada di tempat kerja masing-masing dan menggali interaksimereka dengan rekan dan lingkungan kerja masing-masing. Ada gejolak batin yang dirasakanAlif ketika Alif harus mewawancarai Raisa. Alif tidak bisa menyembunyikan perasaansukanya terhadap Raisa, dia harus mengendalikan perasaan grogi dan bersikap dingin yang melanda Quebec tidak menghalangi terlaksananya referendum yangdimenangkan oleh kubu proseparatis. Semua berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatanyang menimbulkan kekacauan. Di suatu pagi, Ferdinand mengajak Alif memancing di atasDanau Lac Sept-Iles yang sudah membeku. Pengalaman pertama Alif dan membangkitkankenangannya semasa di pondok Madani. Sesampainya di rumah, Alif bercerita mengenaikegemarannya memancing belut dan membuat seisi rumah terheran-heran dengan caraorang Indonesia memancing cerita tentang meriahnya perpisahan yang dibuat oleh anak-anak Indonesiadalam acara e Festival de la Culture et de la Gasrtonomie d’Indonesienne dan keberhasilan Alifmemenangkan medali bersama partner-nya? Apakah Alif berhasil memenangkan hati Raisadan mewujudkan mimpinya dapat hidup bersama dengan Raisa? Bagaimana dengan Randai?Bagaimana beratnya orang tua angkat Alif melepas Alif dengan Franc? Anda harus membacanovel ini yang mampu membangkitkan semangat berjuang untuk mempertahankan cita-cita dengan kesabaran dan PenutupPenokohan dalam cerita Ranah 3 Warna ini didominasi oleh empat tokoh. Alif sebagaitokoh utama, Raisa dan Randai sebagai tokoh yang mempengaruhi dan memotivasi 106 IRANI HOERONIS MENYIBAK PERJUANGAN MENGGAPAI MIMPI DAN CITA-CITA...kehidupan Alif. Randai adalah seorang Minangkabau yang dengan berbagai pantun dapatmenyegarkan suasana kehidupan Alif ketika berada di Kanada dan menjadi ksatria berpantunyang menebarkan lema melayu dalam buku 3 warna memberikan motivasi besar untuk mengejar mimpi dan cita-cita. Tidakhanya bermimpi tetapi kisah Alif juga mengajarkan cara meraih mimpi. Tidak cukup denganberusaha dengan sekuat tenaga tetapi juga dibarengi dengan kesabaran. Buku kedua inimampu menginspirasi pembaca, lebih hidup dan menarik dibandingkan dengan bukupertamanya. Pembaca tidak akan merasa bosan mengikuti alur cerita karena setiap bagiannyamenggambarkan latar yang berbeda. Alif mampu mewujudkan mimpi yang dipandangsebelah mata oleh teman-temannya dan mampu membuktikan eksistensi dankemampuannya terhadap orang-orang disekitarnya. Mantra Man Shabara Zhafira mampumewakili keseluruhan isi novel dan digambarkan dalam alur permasalahan yang dapatdiselesaikan oleh mantra tersebut dengan bertahan menghadapi segala macam yang diraih Alif, pada akhirnya menjadi bukti bagaimana Man Jadda Wajadadan Man Shabara Zhafira menjadi kunci motivasi utama dalam meraih mimpi dan cita-cita ditengah segala keterbatasan yang dimiliki Alif. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. Cerpen Karangan Sri YantiKategori Cerpen Inspiratif, Cerpen Mengharukan, Cerpen Perjuangan Lolos moderasi pada 29 March 2017 Hujan membungkus desa. Awan gelap menggumpal-gumpal, petir sekali dua menyambar. Dingin. Kurapatkan selimut menutupi tubuh sembari menatap hujan lewat jendela. Deras. Hujan membasahi teras depan, pohon-pohon, jalan depan, bunga-bunga, toko-toko, belum lagi sekolah yang esok paginya akan becek, licin, yang jika tidak hati-hati bisa terpeleset. Minggu sore yang dihiasi rintihan hujan. Mataku redup menatap ke luar, sedari tadi aku menangis. Dan mungkin air mataku telah habis kutumpahkan, hanya sendu yang tersisa. Tadi habis ashar. Aku dan orangtuaku membicarakan tentang melanjutkan kuliah. Kami bukan orang yang mampu. Bukan orang yang bisa membayar uang kuliah yang bisa mencapai puluhan juta. Ayahku hanya seorang sopir, dan ibuku penjual kue. Apalah dayaku yang tidak bisa melanjutkan kuliah. Hanya menangis menatap hujan. Desa kami terpencil, terluar dan tertinggal. Bukan mudah mencari ilmu yang banyak di sini. Kami para siswa yang miskin buku dan pengetahuan. Harga buku mahal sekali, dan di desa kecil kami tidak ada toko buku, paling hanya kamus yang dijual. Itu saja. Tidak ada novel, komik, majalah, buku pengetahuan yang lebih mendalam, buku lulus UN, tidak ada. Di sekolah, Fasilitas buku kami belum lengkap. Buku-buku yang ada bisa terhitung lama, dan banyak yang berdebu. Ruang perpus yang tidak leluasa. Bagaimana kami memperoleh ilmu yang lebih? Lalu jika ingin kuliah harus membayar mahal sekali. Atau jalur kuliah lain dengan mengemban gelar anak berprestasi’. Bisa apa aku? Siswi sederhana yang miskin ilmu. Jangankan hal yang lebih sulit dari itu, mendapatkan nilai un standar saja hanya angan-angan. Aku hanya bisa berdoa, dan berusaha. Dan itu adalah hal terbaiknya, dalam langit-langit doa, aku punya harapan. Aku punya mimpi yang selalu kuucapkan sehabis sholat. Setidaknya aku percaya mukjizat, keajaiban, yang datangnya dari ALLAH. Usaha selalu berbanding lurus dengan hasil, aku percaya itu. Selama aku berusaha, selama aku giat, ada jalan. Aku harus bisa. Just do it. Senin pagi yang becek. Mendung masih tergantung di langit, sisa-sisa hujan kemarin sore. Namun sekolah kami tetap melaksanakan upacara bendera. Tidak ada hari Senin tanpa upacara, itulah sekilas motonya. Maka mulai hari ini, saat sang bendera merah putih berkibar gagah di langit. Aku memulai habit baruku. Mulai merangkai mimpi kecilku, memompa semangat dalam hati, berusaha sekuat tenaga, aku harus mencari pelangi setelah gelapnya mendung. Aku harus bisa! Aku harus kuliah, mendapatkan pendidikan yang lebih baik, meraih janji kehidupan yang bermutu. Setelah ini aku berusaha sekuat tenaga, belajar lebih giat. Tak kulewatkan satu mata pelajaran pun, jika aku tak mengerti bertanya pada guru, meminjam buku dari berbagai sumber, mencari informasi dari internet, belajar sampai larut, dan bangun lebih awal untuk belajar. Tak peduli jenuh yang kurasakan saat belajar, meskipun kantuk yang menyergapku ketika larut dan subuh. Aku percaya pada mimpiku. Mustahil? Ah mereka yang mengatakan itu takan pernah mengerti rasanya berusaha. Aku selalu ingat pesan moral yang satu ini “Bermimpilah setinggi langit maka saat kau jatuh, kau akan jatuh di antara bintang-bintang”. Aku menanamkan pesan ini dalam sekali, jauh di dasar hatiku. Aku merangkai mimpi, dan berusaha semampuku. Aku menangis, namun tetap membaca. Hatiku berat dan jenuh belajar, aku tetap berfikir. Tak ada waktu yang kusia-siakan bahkan saat membantu ibuku menjual kue, aku mengerjakan soal-soal. Aku berusaha. Dan tibalah saat pengumuman kelulusan. Aku gugup, gemetar, mual, entahlah. Ini saat yang mendebarkan dalam hidupku. Saat-saat menentukan. Apakah aku lulus atau tidak, apakah nilaiku memenuhi beasiswa atau tidak, aku tidak tahu. Aku telah berusaha semampuku, dan aku pasrahkan semua hasil usaha itu. Dan jika ternyata tidak sesuai harapan, ini mungkin bukan jalanku. Aku harus mengubur mimpi itu, dan mencari jalan lain. Merangkai masa depan yang berbeda. Aku menatap lurus ke depan. “…Rima Asya dinyatakan…” Detik-detik yang lama sekali. Aku pasrah pada hasilnya. Apapun itu. “… Tidak lulus!!” Cairan bening itu menggenang, dan mengalir deras di pipi. Aku terisak. Suaraku parau di tengah teman-teman yang mulai memelukku prihatin. Inikah bintang? Meskipun aku ikhlas, pasrah dengan keadaan, tetap saja terluka. Aku ikhlas.. Namun air mataku tak berhenti mengalir. Aku kuat.. Namu hatiku terasa sakit sekali. Aku pasrah.. Namun rasa kecewa itu ada. Nama teman-teman lain masih disebutkan. Menggema tidak jelas di pendengaranku, lidahku Kelu tak sanggup memberi selamat, atau menguatkan yang lain. Aku tak sanggup tersenyum saat ini. Sakit. Dan saat penutupan, ketika kepala sekolah menyampaikan pidatonya. Dia tersenyum padaku. Aku hanya menatap sendu. Wajahku tak jelas dengan tangis yang sedari tadi mengalir. “… Adapun yang ingin bapak sampaikan adalah, tetaplah berkepribadian yang baik, berusaha sekuat tenaga, … Dan bapak bangga sekali tahun ini, salah satu siswa kita meraih nilai yang sangat baik saat ujian nasional, nilai yang sangat memuaskan, sangat membanggakan.. Dan saking bangganya bapak, serta guru-guru, kami memutuskan menjahili siswa tersebut. Dia adalah Rima Asya dinyatakan lulus dengan nilai rata-rata Riuh menggema satu sekolahan, tepuk tangan ramai bak dengungan lebah, namaku dielu-elu kan. Aku yang antara sadar dan tidak hanya menatap bingung. Tidak percaya. “Selamat yah ri!” Kata mereka. Aku di peluk, air mata ku mengalir. Dan aku sadar ini semua berkat karunia ALLAH semata. Aku bersujud di tanah. Astaga, ini lelucon yang mengharukan dalam hidupku. Terima kasih kepala sekolah. Terima kasih guru-guru. Dan terima kasih sahabat-sahabatku tercinta. Kami semua tenggelam dalam euforia kelulusan. Semarak sepanjang jalan, meramaikan. Dan tentu saja aku bahagia menyerahkan tiket beasiswa pada orangtuaku. Anak perempuannya ini, berhasil bersinar di antara bintang-bintang. Cerpen Karangan Sri Yanti Cerpen Mimpi merupakan cerita pendek karangan Sri Yanti, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kolak Pelangi dan Sholat Dhuha Oleh Farhan Ramadhan Ramadhan pasti identik dengan pasar dadakan. Di antara kerumunan pedagang yang jumlahnya puluhan itu, terlihat seorang gadis bersama ibunya sedang berjualan kolak. Namanya Aisyah. Sekarang Aisyah dan ibunya menjadi Kemenangan Di Tangan Kita Oleh Lukman Umar Kemenangan adalah hal yang ingin diraih dalam suatu kompetisi. Dalam sepak bola kemenangan adalah hal yang diinginkan sebuah tim untuk meraih juara. Di suatu pagi yang cerah di lapangan Vegetarian Oleh M. Ubayyu Rikza Menjadi seorang vegetarian kadang membuatku repot. Ya, begitulah menjadi spesies unik di tengah mayoritas manusia yang menjadi omnivora. Entah aku menjadi salah satu orang yang ditugaskan menjadi penyeimbang dunia, He Is My Brother Oleh Ilham Sullivan Anya membuka pintu kamarnya, kemudian segera berjalan ke depan pintu kamar Axel. Anya menatapnya dengan kesal, kemudian memukul pintu itu dengan keras sampai tangannya sendiri terasa sakit. “Axel! Bisa My Hero Oleh Ayu Sekarningsih Angin pantai memeluk lembut tubuhku, memutar pasir, dan mengibarkan rambut yang kubiarakan bebas tergerai. Bisikan-bisikan lembut angin seakan menelisik jauh ke dalam diriku, mengucapkan salam rindu dari seseorang yang “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Cerpen Karangan NiLuh Rika DiantariKategori Cerpen Fantasi Fiksi Lolos moderasi pada 20 March 2015 Aku Hellen Scott, hari-hariku setiap hari sangat kelabu sejak orangtuaku bercerai, setiap hari hanya memikirkan keterpurukanku, di sekolah hanya ada 2 sahabatku, Bryan Cabrol dan Leoni Maria, hanya mereka yang selalu menemaniku, aku punya 3 mimpi, yang pertama orangtuaku kembali bersatu, yang kedua menjadi Seorang Dosen English ternama, dan yang ketiga bisa Memiliki Bryan. “Lagi memikirkan apa itu?” kata seseorang mengagetkanku dan ternyata adalah Leoni, “Haduuh, mengagetkan saja” jawabku “Hehe, maaf-maaf” Tiba-tiba guru bahasa datang ke kelas dan kami mulai belajar dengan fokus. Okey pelajaran hari ini sudah berakhir, waktunya pulang. Di rumah aku bekerja sebagai penjaga toko, aku bekerja paruh waktu dari jam sore sepulang sekolah hingga malam jam agar bisa terus hidup dan bersekolah, karena orangtuaku menterlantarkanku begitu saja, dan aku bangun pada pukul pagi setiap hari agar bisa belajar, tak apalah waktu tidurku berkurang untuk MERAIH MIMPIku. Keesokan paginya di sekolah ibu guru memanggilku ke ruangan kepala sekolah, ada apa ya ini?, padahal aku sudah melunasi semua pembayaran, tetapi mengapa aku dipanggil?, sesampainya di ruangan kepala sekolah aku dipersilahkan duduk dan ia berkata “Hellen, kami tim sekolah sudah menyeleksi 250 siswa yang ada dan hanya kamu yang berhak mendapatkan beasiswa untuk pergi belajar ke Amerika Serikat dengan jurusan Sastra Inggris, kami juga melihat dari sisi kerajinan, keuletan dan ketekunanmu selama ini, apakah kamu menyetujuinya? Dan kami memberimu waktu berfikir 2 hari dari sekarang, dan sekarang kamu saya persilahkan kembali ke kelas” kata kepala sekolah “baik, bu, saya permisi” jawabku “iya” kata kepala sekolah. Aku menceritakan semuanya kepada kedua sahabatku, dan mereka berkata “Iya, sebaiknya kamu belajar disana dan agar kamu dapat MERAIH MIMPImu yang terbesar” kata mereka, dan aku menyetujuinya. Keesokan harinya aku menemui kepala sekolah, “permisi bu” kataku dan ia mempersilahkanku duduk “Bagaimana keputusanmu Hellen?” tanya kepala sekolah “Iya, bu, saya sudah memikirkannya matang-matang dan saya menyetujui beasiswa tersebut” jawabku “oke, baik Hellen, kamu akan berangkat sore ini” jawab kepala sekolah senang. Sorenya aku ke Bandara ditemani sahabatku dan ibu kepala sekolah, perpisahan ini begitu menyedihkan tetapi juga menyenangkan. 3 Tahun berlalu, kini aku sudah memiliki gelar, aku sekolah selama 3 tahun karena selalu mendapat percepatan kelas, kini aku aku akan MERAIH kedua MIMPIku yang selanjutnya, aku mengunjungi rumah Leoni dan ternyata ia sudah menikah, aku mengenang banyak masa lalu dengannya, tidak lupa juga ke sekolah dan mengucapkan banyak terimakasih dengan guru-guru yang ada, terutama kepala sekolah. 10 hari aku mencari pekerjaan dan aku mendapatkannya, aku bekerja di Elizabeth International dan menjadi dosen disana, aku berjalan melihat-lihat suasana disana, dan tanpa sengaja aku menabrak seseorang dan ternyata “Bryan?”, “Hellen?, apa kabar kamu?” tanyanya dan aku menjawab “baik saja, kamu?”, ia lalu mengajakku makan bersama di kantin. 2 tahun aku berpacaran dengannya dan kini kami akan menikah, tamu-tamu sudah berdatangan, termasuk orangtuaku yang sudah bersatu kembali. Dan tak lama kemudian acara pun dimulai. Kini semua MIMPIku sudah terwujud, Terimakasih Tuhan engkau selalu menyertaiku dan bersamaku. -TAMAT- Cerpen Karangan NiLuh Rika Diantari Facebook Rika Diantari Hai teman, aku Rika, asal Denpasar, sekarang aku sekolah di SMP Dwijendra Denpasar, aku ingin berbagi cerpen buat kalian, enjoy aja ^_^ Cerpen Meraih Mimpi merupakan cerita pendek karangan NiLuh Rika Diantari, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Makhluk Dasar Laut Oleh Shofa Nur Annisa Deas Apa yang kalian pikir saat mengingat laut? Airnya? Pemandangan? Seram?. Semua orang yang pasti berbeda-beda begitu juga dengan pikiran mereka tentang laut seperti ada menurut orang laut itu indah Alien dan Pribumi Oleh Riska Nuraeni Hujan saat itu adalah Hujan di awal bulan Agustus, tidak mengenal pagi, sore atau malam hari, hujan memang tak bisa diajak bernegoisasi untuk berhenti. Banyak orang yang gembira saat Gerdika Adiyaksa Oleh Salma Sakhira Zahra Di sebuah desa, hiduplah seorang ibu dan anak laki-lakinya. Nama anak laki-laki itu Gerdika Adiyaksa. Mereka hidup sebagai keluarga sederhana di desa tersebut. “Gerdika, ayo antar ibu ke pasar!” This is Story About Their Zayn Malik Part 1 Oleh Asmeralda Austin Asmeralda sibuk menatap poster besar seorang pria tampan didepannya sambil memegang erat kertas ditangannya. Yang ia pajang dikamarnya, tepat di depan ranjangnya. Pria itu memakai tuxedo dan rambut hitamnya Sahabatku Vampir yang Terbaik dan Keren Oleh Dianita Rohima Nst Aku sangat menyayangimu sahabatku vampir yang baik dan keren… Reno Syahputra Namaku adalah Stella Cantika ini cerita pengalamanku tentang aku dan reno dalam persahabatan kami berdua. Ini pertama kalinya “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Inilah cerpen tentang perjuangan meraih mimpi Sindi gadis cantik dan cerdas ia terlahir dari. Cerpen Inspiratif Cerpen Pendidikan. Diluar sudah gaduh terdengar suara. Lihat juga soal cerpen dan cerpen tentang perjuangan meraih mimpi Agar di setiap bangun tidur aku terus bersemangat untuk meraih mimpi-mimpi tersebut. CERPEN Meraih Mimpi Padahal masih sangat pagi dan udara terasa dingin seakan tak ijinkan aku untuk membuka selimut yang menutupi tubuh kurus ini. Berbagai quote yang ku dapat aku salin lalu temple di papan mimpi. Cerpen Motivasi Cerpen Perjuangan. Mimpi Sebagai Motivasi Meraih Cita Cita Kabar Madura Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Cerpen Meraih Mimpi Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Novel Kkpk Langkah Meraih Mimpi Kecil Kecil Punya Karya Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Jangan Menyerah Dalam Meraih Mimpi Dan Jangan Bermimpi Untuk Menyerah Halaman 1 Kompasiana Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Buku Jerman Jejak Perjuangan Meraih Impian Penerbit Deepublish Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Novel Kkpk Langkah Meraih Mimpi Kecil Kecil Punya Karya Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Perjuangan Meraih Mimpi Mencerdaskan Anak Bangsa Kumpulan Resensi Buku Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi 7 Kalimat Motivasi Untuk Kamu Yang Mulai Putus Asa Mengejar Mimpi Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Meraih Mimpi Bagian 1 Wattpad Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi 8 Drama Ini Mengisahkan Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Inspiratif Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Contoh Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Cita Cita Bangmaul Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Perjuangan Meraih Mimpi Motivational Video Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi Demikianlah Rincian cerpen tentang perjuangan meraih mimpi, Contoh cerpen tentang perjuangan meraih mimpi cita cita bangmaul novi karlina perjuangan meraih mimpi novel kkpk langkah meraih mimpi kecil kecil punya karya meraih mimpi bagian 1 wattpad mimpi sebagai motivasi meraih cita cita kabar madura novel kkpk langkah meraih mimpi kecil kecil punya karya jangan menyerah dalam meraih mimpi dan jangan bermimpi untuk menyerah halaman 1 kompasiana perjuangan meraih mimpi motivational video , semoga membantu. Cerpen Karangan Bara RedinataKategori Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Perjuangan, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 27 February 2021 Semua bermula ketika aku dinyatakan berhak mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN oleh sekolahku. Rasa bahagia sekaligus takut mulai menghantui diriku kala itu. Pada saat itu aku merasa begitu bahagia, namun disaat bersamaan sebenarnya ada begitu banyak keraguan yang terlintas di dalam benakku. “apakah sebenarnya aku mampu untuk bersaing dengan mereka?” ucapku kala itu Kesenangan yang tadi aku dapatkan pun perlahan kian berubah menjadi rasa cemas yang berlebihan kala setiap bayangan kegagalan terlintas di pikiranku. Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah berdoa kepada-Nya. Singkat cerita, pengumuman SNMPTN telah di depan mata. Kubuka langsung handphoneku dan aku langsung ke website Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi LTMPT untuk melihat apakah aku lulus atau tidak. Langsung kuklik hasil pengumuman saat itu juga. tapi yang kudapatkan adalah pemberitahuan bahwa website saat itu sedang mengalami masalah dan aku pun disarankan untuk mencobanya beberapa saat kemudian. Beberapa jam kemudian aku coba akses kembali, dan setelah mengulangi selama beberapa kali akhirnya hasilnya pun keluar, dan aku dinyatakan “tidak lolos” SNMPTN. Kegagalanku di SNMPTN sebenarnya cukup berpengaruh pada semangatku. Aku bahkan sebenarnya sempat berpikir untuk memilih berkuliah di universitas swasta saja. Pada saat itu, aku merasa takut dinyatakan gagal untuk kedua kalinya. Tapi, berkat saran teman dan dukungan orangtuaku akhirnya semangat yang tadi sempat padam kini kembali mulai berapi-api lagi. Dan aku coba meyakinkan diriku untuk mau mengikuti SBMPTN. Pandemi covid-19 yang melanda indonesia memaksaku untuk banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Itu menjadi kesempatan yang bagus bagiku untuk mempersiapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer UTBK. Aku pun mulai giat belajar saat itu, aku mulai membahas soal-soal UTBK tahun sebelumnya dan mengulang semua materi pelajaran yang pernah diajarkan di SMA. Hari-H UTBK akhirnya tiba juga, saat itu pilihan jurusan pertamaku jatuh ke jurusan Ilmu Komputer di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara UINSU dan pilihan jurusan keduaku jatuh ke jurusan Akuntansi di Universitas Sumatera Utara USU. Sebelum berangkat ujian aku minta doa ke orangtuaku agar ujianku diberikan kelancaran dalam mengerjakannya. Pada saat ujian berlangsung aku merasa bisa mengerjakan setiap soal ujian dengan lancar. Singkat cerita, pengumuman SBMPTN telah keluar. Aku menantikan dengan cemas. Pada hari itu hasil pengumuman sudah bisa diakses di website LTMPT. Aku belajar dari kejadian sebelumnya, pasti saat itu website LTMPT kelebihan akses, pikirku. Jadi aku putuskan membukanya pada sore hari. Kala itu tibalah saat dimana aku mengecek hasil SBMPTN ku. Dan betapa senangnya aku saat yang muncul di layar handphoneku adalah tulisan “selamat anda lulus”. Aku merasa lega dan merasa perjuanganku selama ini tidak sia-sia. Momen kelulusanku juga bertepatan dengan hari ulang tahun ibuku. Kupersembahkan kelulusanku sebagai hadiah kecil dariku di hari yang spesial bagiku dan juga ibuku. TAMAT Cerpen Karangan Bara Redinata Ig Aku hanyalah manusia biasa yang berharap untuk dapat mengukirkan setiap kisah di hidup ku melalui kata-kata. Cerpen Meraih Mimpi merupakan cerita pendek karangan Bara Redinata, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kebahagiaan Di Ujung Penantian Part 1 Oleh Amalia Sophiah Rusyadi Menanti.. mungkin kata itu yang paling tepat untuk menggambarkan keadaanku sekarang. Banyak orang berkata kalau menanti itu didefinisikan sebagai menunggu hal yang belum pasti. Waktu pun jadi habis karena Jam Enam Oleh Nurul Hikma Saharani Sahra terbangun dari tidurnya dengan perasaan aneh luar biasa. Dunia tiba-tiba terasa hening dan sunyi. Seperti berada di dunia lain. Dilihatnya langit dari jendela kamarnya masih agak gelap. “Bun, Friend’s Foodsteps Oleh Veronica Acnes “Life’s journey is easier when you hear your friends foodsteps beside you.” – Quote Entah apa yang sedang terjadi, tapi aku merasakan angin dengan hawa panas meniup setiap helaian Berangkat Sekolah Oleh Ekhsan Jam udah menunjukkan pukul aku mulai bergegas salat subuh. Lalu aku lanjutkan seperti biasa 2 hari sekali aku ngebersihin tempat wudhu. Jam udah menunjukkan pukul waktunya mandi Ayahku Seorang Kyai Oleh Chairul Sinaga Usiaku masih sekitar 14 tahun, ketika aku pertama kali melihat ayahku marah besar. Bukan, ia bukan marah kepada kami, keluarganya. Tapi, ia mendamprat habis seorang tamu yang sedang berkunjung. “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"

cerpen tentang perjuangan meraih mimpi